Saya Hanya Mantan Pramuniaga

Hmm…. lama juga g update neh blog, mungkin karena sudah banyak kerjaan kali ya (Pd) ha ha, gini sahabat sesi ini saya ingin sedikit sharing, atau curhat pengalaman bekerja di indomaret, yah kalau suruh nulis singkat bio pasti ku tulis

“Mantan Pramuniaga di sebuah toko, yang kebetulan dapat beasiswa kuliah di TI dan sekarang berkarir di bidang desain grafis dan personal branding strategy”

Kembali sesuai judul, yah menjadi pramuniaga atau penjaga toko adalah titik balik dimana kehidupan saya berubah, maklum dulu pas SMK ( saya sekolah di SMEA) bidang yang saya tekuni adalah Penjualan, banyak cerita menarik yang saya alami selama menimba ilmu di SMK, berdagang sudah menjadi kebutuhan wajib karena kalau g berdagang maka kita g akan mendapat nilai. Nah situasi yang terkesan dikondisikan (paksa) inilah yang membentuk mental saya yang sekarang. Setelah lulus saya ingin sekali bekerja entah apapun kerjanya yang penting halal. Kebetulan ada lowongan sebagai pramuniaga (pelayan) di indomaret, alhamdulillah setelah serangkaian test saya dinyatakan diterima.

Hari demi hari saya mantapkan merantau di semarang, karena waktu ini saya ditempatkan disemarang (th.2006) sedangkan teman-teman yang lain masih sibuk dengan pendaftaran ke universitas maklum mereka punya cita-cita yang lebih tinggi jadi harus kuliah. Nah saya sedikit minder saya yang lumayan pinter harus jadi pramu, sedangkan yang g terlalu pandai bisa kuliah, entah di swasta atau di negeri melalui jalur swadaya yang bayarnya puluhan juta. Yang paling saya ingat adalah ketika waktu gajian masih sekitar 10 hari sedangkan uang gaji bulan lalu sudah habis, tinggal 10.000 maka dengan berat hati saya membelikannya mie instant jadi 10 bungkus untuk 10 hari, perih memang tapi saya g ada keluaga, dan mau berhutang pada temanpun juga sungkan.

Nasib ! itu kata pertama yang saya terima untuk memantapkan hati tetap bekerja, saya yakin suatu saat nasib orang juga bisa berubah, beberapa bulan saya bekerja di toko akhirnya saya memutuskan resign dari pekerjaan dikarenakan alasan internal keluarga saya, maklum harus jaga Bapak-Ibu, status saya berubah jadi pengangguran. Akhirnya saya ikut teman yang punya semacam studio desain kecil-kecilan di kabupaten. Jadi kalau pulang kerumah tidak telalu jauh, alhamdulillah meski gaji tak seberapa tapi bisa mendapat ilmu yang lebih bermanfaat.

Waktu demi waktu berlalu akhirnya saya mendapat info beasiswa untuk kuliah D3 TI di Universitas Surakarta (Teknisi Jardiknas/Jejaring Pendidikan Nasional) alhamdulillah saya diterima dan alhamdulillah sudah lulus dan mendapat gelar .Amd, subuah gelar yang tidak tinggi bagi sebagian orang, tapi bagi saya yang tidak mempunyai mimpi untuk kuliah, gelar ini sudah sangat luar biasa. Saya bisa mengangkat drajat orang tua saya.

Sekarang saya aktif di bidang desain grafis, saya sekarang seorang CEO di gantilogo.com sebuah perusahaan dibidang personal branding dan logo design. Sebuah perjalanan yang tidak mudah dari dulu menjadi karyawan dan sekarang alhamdulillah sudah punya karyawan yang notabennya juga adik kelas di SMK.

Ada cerita menarik saat saya menempuh perkuliahan yang dibiayai oleh Dinas Pendidikan itu, saya dan teaman-teman seangkatan diwajibkan magang di sekolah-sekolah dari SD – SMU , dan saya kebagian di SD sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu, yah…. saya bersyukur saya diberi kesempatan mengajar di sekolah meski saya bukan dari FKIP. Saya masih ingat betul waktu itu, ibu menjatah uang saku sebesar Rp. 5.000 /hari untuk bensin satu liter jadi rute sudah diukur dan 1 liter cukup dari rumah – tempat magang di SD – Kampus untuk kuliah, maklum sepeda waktu itu honda star yang terkenal iritnya. Singkat cerita jika salah rute sedikit saja maka konsekuensinya harus mendorong sepeda, ada teman yang nyeletuk “Kenapa tidak hutang bensin tinggal KTP atau STNK ? ” saya hanya bisa jawab, kalau nanti hutang berarti kita harus membayar dan keluarga saya tidak punya uang untuk membayarnya mesti hanya Rp. 5.000 saya g biasakan diri untk berhutang.

Sikap disiplin dan kerja keras itu yang mengantarkan saya sekarang, alhamduillah secara finansial saya sudah tidak memiliki beban apapun termasuk tulang punggung keluarga sekarang.

*) semoga bermanfaat sharing dan sedikit motifasi ini, ingatlah darimanapun kita berada baik desa/daerah/kota yang penting adalah dedikasi terhadap pekerjaan itu. orang g akan tahu kapan nasibnya berubah .

 

4 Responses to “Saya Hanya Mantan Pramuniaga”


  1. 1 Setyawan February 2, 2011 at 11:18 am

    jian inspiratif banget mas rinu
    salut deh buat usahannya selama ini

  2. 2 Lek Narto February 2, 2011 at 2:29 pm

    Sangat inspiratif, banyak orang yang takut akan keadaannya. Hanya karena berasal dari keluarga kurang berada, maka beranggapan sukses hanya milik orang berduit. Anda sudah membuktikannya. Salam kenal

  3. 3 siswandi February 4, 2011 at 9:19 am

    sungguh sekelumit cerita yang insyaAllah bisa di ambil Hilkmah dan khabar,,,,

  4. 4 fayantori February 6, 2011 at 6:12 pm

    mantap bos sharingnya….menginspirasi bgt buat kita2 ini. moga makin mantap ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





--------------------------

--------------------------
”my
--------------------------
”my

http://bengawan.org/
SOLO, Sharing Online Lan Offline

follow@rinuhadi

networked blog


%d bloggers like this: