Hujan dan Kerinduan, mungkin judul yang pas untu postingan ini. Bermula ketika malam ini hujan deras tak henti-henti akupun terlelap sejenak setelah mengerjakan beberapa job desain dari pelanggan. Terlihat dua panggilan tak terjawab dengan exstensi nomer +60 xxxxxx ya sang pujaan hati ada di malaysia sebuah negara melayu yang lumayan sukses dan makmur terbukti banyaknya pencari kerja dari negeri kita disana. Saya memanggilnya “Umie” ya sebutan yang khas sejak kami merajut tali kasih beberapa tahun lalu ketika masih sama-sama duduk di Bangku SMK tepatnya sekitar tahun 2005.
Hubungan kami lancar walau dia di negeri orang, seperti postingan saya sebelumnya tentang betapa saya berterima kasih kepada facebook sebagai media kami bertemu setiap hari. Tapi ada yang lain di malam ini akhirnya dia bisa menghubungi saya beberapa menit melalui handhpone, dengan suara yang terbata-bata ia mengatakan ” yah, umie demam tinggi, rasanya pengen pulang ” mendengar kata itu badan yang juga dalam keadaan sakit ini pun semakin gemetar, memikirkan sang pujaan hati yang juga sedang sakit. Tapi dengan besar hati ku ucapkan ” Sabar mie, banyak-banyak istirahat, semoga rahmat Allah selalu menyertai kita” dan beberapa kata melepas kerinduanpun kami sapaikan dengan suasana yang saya bilang sunyi karena suaranya tidak begitu jelas karena sakit.
Saya lebih sering sakit dibanding dia, itulah yang membuat saya khawatir. Semoga semua baik-baik saja dan kamipun lekas sembuh. Untuk umie, semoga bisa istirahat dengan nyaman dan lekas sembuh. Kami seluruh keluarga termasuk Bapak dan Ibu selalu mendoakan untuk kesehatanmu.
Terimasih untuk para pembaca yang sempat membaca artikel atau curahan hati sederhana ini, mohon doa untuk kesehatan kami, terimakasih.






Tetap Semangat menanti kemudahan
AMIN mas makasih support nya